Jumat, 06 Desember 2024

 



                                        Tipe Rasionalitas

 Kata rasional adalah kata yang sering terdengar dalam pergaulan sehari-hari. Misalnya : Kalau bicara itu yang rasional ya ! Dalam suatu acara ngaji filsafat, Fahruddin Faiz menjelaskan 4 tipe rasional. Sebegai berikut.

1. Rasionalitas Praktis

       Melakukan sesuatu sesuai tujuannya. Mungkin tak masuk akal tapi yang penting tujuannya tercapai. Contoh : diperjalanan tiba-tiba Sabuk celana putus, bagaimana cara menanggulanginya ? dengan mengikatkan tali plastik rapia, lalu ditutupi baju yang penting celana tidak melorot. Yang penting butuhnya apa, tujuannya apa, lakukan. Selesai. Itulah rasionalitas praktis. Contoh lain ; Baca surat al Ihlas 3X  sama dengan tamat baca qur’an 3X. ya sudahlah tak perlu lagi mikir baca seluruh ayat alquran. Baca saja Al Ikhlas 3x.  Yang penting tujuannya tercapai.

2. Rasionalitas teoritis

        Lawan dari rasionalitas praktis adalah rasionalitas teoritis. Yang masuk akal, pakai analitis deduksi, induksi, pakai dasar-dasar  rasional. Ini pakai mikir yang dalam dengan dasar2 rasional.

3. Rasionalitas substantif.

        Ini gabungan antara rasionalitas praktis dengan rasionalitas teroritis. Teoritis tapi ditujukan untuk praktis tak usah pakai kembang-kembang mikir. Kadang Rasionalitas ini pakai teori iya tapi setelah itu harus melakukan apa untuk apa.. Bukan sekedar teoritis tapi tidak ujug-ujug praktis. Jadi semacam gabungan  antara praktis dan teoritis. Contoh rasional substantif : Contoh rasionalitas substantif adalah tindakan yang diukur dari hasil tindakan tersebut, dengan memperhatikan keterbatasan yang ada. Berikut adalah beberapa contoh rasionalitas substantif: Seseorang menabung untuk menjadi kaya, Seseorang lebih berhati-hati pada malam hari, Seseorang memilih makanan yang enak, Penyandang disabilitas memilih untuk menempuh pendidikan keguruan. 

4Rasionalitas formal.

        Memenuhi aturan,  contoh : ketentuan kuliah harus pakai sepatu. Apa hubungannya sepatu dengan kuliah ? Apakah jika tidak pakai sepatu, kuliahnya tidak tercapai.? Tapi itulah    mungkin ada peraturan kampus waktu kuliah harus bersepatu, Jadi secara formal ditentukan,  apakah jika kuliah tidak pakai sepatu ilmunya tidak masuk ? Dalam  rasionalitas ini yang dituntut adalah memenuhi peraturan. Peraturan yang harus dipenuhi. Misalnya: Demo harus selesai tepat jam 06.00 sore. Lalu ada pertanyaan apa hubungannya demo dengan jam enam sore. Bukankah demo waktu malam itu lebih enak, tidak panas dan lebih semangat.  Tapi itulah ketentuan formal yang harus dipatuhi. Jadi rasional  formal itu tidak  harus masuk akal, ada juga sisi praktisnya.

 




Mengetahui diri kita Sendiri

 

Siapakah aku ?  Itulah pertanyaan yang akan muncul untuk mengetahui

diri kita yang sebenarnya.

Seorang filsuf,  Goethe, berkata :

One must be something in order to do something”

 ( Orang harus menjadi  sesuatu agar  bisa melakukan sesuatu ) (Wolfgang Goethe)

Pertanyaan berikutnya adalah : Untuk apa mengetahui status diri kita ?

Jawabannya banyak, tapi bila diuraikan kira-kira begini:

Kita harus tahu kita itu apa, kita itu siapa, supaya kita paham tentang sesuatu tentang kita.

Kita juga harus kenal kesesuatuan kita. Agar kita bisa melakukan sesuatu.

Bila kita paham identitas kita, , Status kita,

itu artinya  kita telah paham kesesuatuan kita.

Dengan begitu kita bisa bertindak, berfikir dan berperilaku

sesuai dengan status kita.

Kita akan mudah untuk melakukan apa yang seharusnya dan

tidak melakukan sesuatu. Ketika kita sadar siapa kita,

maka kita akan tahu harus meakukan apa.

Kalau kita tidak tahu status kita,  nanti bisa tak punya sikap,

mungkin hanya bisa ikut-ikutan saja.  Atau salah  berprilaku,

misalnya masih murid tapi gayanya sudah seperti guru.

Dengan paham identitas kita, maka  

disanalah kita mengerti apa yang harus kita lakukan.


Kamis, 05 Desember 2024

 


Berumur Panjang

 Agar tetap sehat dan berumur panjang

Isilah waktu dengan 3 hal

Beriman, Beramal soleh dan Saling Menasehati

Lakukan kebaikan walau sekecil apapun

Beramal baik dan

Saling menasehati  kebenaran

Jika tidak

kita akan rugi

Ingat demi waktu,

Kita akan berakhir

Hidup kita hanya sementara

Kalau tidak kita akan kecewa.

 

 

Hidup Tenang

 Tetaplah rendah hati

Jangan sampai uang mengubah

Sikap dan gaya bicaramu

Banyak belum tentu cukup

Sedikit belum tentu kurang

Jadi jangan pernah mengejar

Hidup senang

Tapi

Kejarlah hidup tenang

Ajari hati untuk selalu bersabar

Dan selalu bersyukur

Dalam segala hal

Rabu, 04 Desember 2024

 Tetap Sehat di Usia Tua

Mengenal diri kita lebih dalam, kita perlu sehat, bukan saja lahir tapi juga batin.  Bahkan di usia tua, kita perlu tetap sehat. Berikut adalah resep tetap sehat diusia tua :

Tinggalkan 6 kebiasaan buruk

1. Suka Marah

Ini adalah satu sifat yang mengganggu sehat.  Begitu  kita marah yang terjadi adalah seperti cuka yang merusak madu. Orang marah itu adalah orang yang tidak terima sesuatu terjadi. Yang dirasakan  adalah kesal dan jengkel. Perasaan ini tidak sehat.

2. Hasud, dengki.

Tidak terima kalau melihat orang lain sukses.  Hasud kata Abdul Kadir Zailani menyulut  kebencian

3. Gibah

Gibah menurut Abdul Kadir Zailani lebih buruk dari pada zinah. Gosip atau gibah bisa merusak orang lain atau diri sendiri.

4. Fitnah.

Fitnah seperti sesuatu yang  tertidur.  Allah melaknat orang yang membangunkannya. Fitnah adalah dosa besar dalam Islam. Fitnah diartikan sebagai perbuatan menuduh seseorang melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak dilakukan. Fitnah dapat memiliki dampak negatif yang besar, seperti: Merusak reputasi, Memicu perpecahan, Mengganggu keharmonisan sosial, Menjauhkan seseorang dari Allah. Bahaya Fitnah dalam Islam, bisa kena azab dunia akhirat.

5. Bakhil, Pelit.  

Orang pelit tidak akan masuk surga walaupun dia Zahid. 

6. Riya,

Ini pamer, ini syrik kophid. Ingin mendapat pujian orang ramai. Tidak ikhlas.

Jadi itulah  6 kebiasaan buruk yang merusak kesehatan kita  dan harus ditinggalkan.

 Tanda-Tanda Orang Bahagia yang Perlu Dipahami

  •  Rasa bahagia adalah satu di antara tujuan hidup yang paling dicari,  namun sulit diukur dan         sulit dikenali
  •   Kebahagiaan bukan hanya perasaan senang atau bebas dari masalah, tetapi lebih  dalam lagi.
  •   Ada beberapa  tanda-umum dapat dilihat,  tindakan atau kata-kata, cara berpikir, cara merespon    tantangan, dan  bagaimana mereka menjalani hidup.

 Apa saja tanda-tanda itu?

1.  Menerima Diri Apa Adanya 

  •  Mampu menerima diri mereka apa adanya. Tidak terlalu terobsesi dengan  kekurangan atau           mencoba   menjadi orang lain.

 2. Memiliki Hubungan Sosial yang Sehat

  •  Cenderung memiliki hubungan sosial yang sehat dan kuat.
  •  Menjalin hubungan yang didasari oleh saling pengertian, dukungan, dan kasih sayang. 
  •  Hubungan yang baik dengan keluarga, teman, atau pasangan dengan rasa cinta dan diterima

3. Mampu Mengelola Emosi dengan Baik

  •  Memiliki kemampuan untuk mengelola emosi mereka dengan baik.
  •  Mereka tahu bagaimana mengekspresikan emosi positif  atau negatif tanpa merusak diri sendiri     atau orang lain.

 4. Berpikir Positif dan Optimistis

  • Optimisme
  • Cenderung melihat sisi positif dari setiap situasi, bahkan ketika menghadapi tantangan.
  • Pemikiran positif ini juga memungkinkan mereka untuk mengatasi hambatan dengan lebih mudah, dan lebih memuaskan.

 5. Memiliki Tujuan Hidup Yang Jelas

  • Memiliki tujuan hidup yang jelas dan bermakna.
  • Tahu apa yang ingin dicapai dalam hidup dan bekerja keras untuk mencapainya.
  • Tujuan ini memberi mereka arah dan membuat setiap hari mereka terasa berarti.

 6. Bersyukur Dengan Apa Yang Dimiliki

  • Rasa syukur adalah kunci kebahagiaan.
  • Orang yang bahagia selalu menghargai apa yang mereka miliki, baik itu besar maupun kecil. tidak selalu mencari lebih, tetapi menghargai apa yang ada di depan mata dan merasa puas dengan itu.

7. Bersemangat, menghargai waktu dan memilih hidup sehat

 

 4 Hal Dalam Membersihkan Hati yang Gelap

  •    Hati yang gelap itu terhijab dengan amal-amal yang buruk
  •   Bagaimana membersihkannya ?   Inilah 4 (empat ) hal yang harus diperhatikan :

  1.     Carilah ilmu pengetahuan, ilmunya harus banyak yang
          berhubungan dengan pembersihan batin tadi.
   2.    Kalau sudah dapat ilmu, diamalkan. Jika tidak dimalkan
          maka hidup kita tak naik-naik kualitasnya.
   3.    Setelah itu gunakan ilmu untuk menaklukan ego,
    • diri kita harus berada dibawah kendali hati dan dijadikan 
    • sebagai pendukungnya.  
    • Akal berada dibawah hati yang bersih.
   4.   Yang bisa menemukan yang sejati adalah hati, kalbu.
          kalbu yang jernih bisa menangkap cahaya, Illahi Robbi.
          Dia memantulkan yang didalam.
 

     Ibadah yang Membawa Manfaat

  1. Bagaimana agar ibadah mendapat manfaat yang maximum ?
  2. Ibadah dapat membawa manfaat  maximum apabila bisa memantulkan cahaya Illahi
  3. Untuk bisa memantulkan cahaya Illahi, 
  4. Hati, dan jiwa kita harus bersih.
  5. Shalat bagian dari ibadah  kita itu akan banyak manfaatnya
  6. Bila hati kita bersih.
  7. Jika  selama ini ibadah kita rasanya hanya formalitas, 
  8. Tidak  “ngefek”  sama sekali dengan kehidupan kita
  9.  Maka bersihkanlah hati kita 
  10. supaya dapat manfaat.

 Tiga Cara Menuju Sukses

1. Bertahanlah dalam perjuangan untuk menuju sukses

  • puncak kesuksesan, tidak ada kesuksesan yang instan.

2. Segala yang benar-benar kita impikan biasanya selalu sulit untuk dikejar.

  • Di sanalah, perjuangan kita dipertaruhkan sekaligus belajar
  • Tentang kesabaran, kekuatan, serta belajar memahami makna dari tujuan hidup kita.

3. Jika merasa lelah, istirahat sejenak. 

  • Jika ingin mengeluh, sesekali lakukan agar batin terasa tenang.
  • Namun, jangan sampai kamu berhenti melangkah.
  • Meski diiringi keringat dan tangis,

kesuksesan yang diraih dengan perjuangan, 

akan terasa sangat manis.


SUMBER: https://www.idntimes.com/life/inspiration/akromah-zonic-6/langkah-mewujudkan-mimpi-jadi-nyata-c1c2

 Godaan Orang berilmu (bukan ilmu agama)

  1. Orang berilmu godaannya biasanya materi/dunia
  2. Orang yang ilmunya level syariat, godaannya keduniaan, seperti isterinya nambah, kekayaannya dobel atau ngaji pakai tariff dll.
  3. Orang yang levelnya sedikit diatasnya, godaannya alam malakut, alam rohani.
  4. kalau orang yang sufi godaannya karomah, bisa sedikit sudah merasa bisa lebih dari yang lain, sombong.

 Tipe Tindakan  Sosial.

Sebuah tindakan dapat dilihat dari 4 dimensi. Contohnya : seseorang yang suka pergi ngaji ke Mesjid tertentu. Alasanya ada beberapa macam misalnya karena ia ingin mendapat  wawasan  baru, karena manut kepada perintah agama, karena kebiasaan dan karena ada yang disenangi atau didorong perasaan tertentu. Berikut ini tindakan social seperti yang diungkapkan oleh Fahruddin Faiz, sbb :

1. Tindakan rasional instrumental  

yang dipikir tujuannya aku harus melakukan apa. ? rasional instrumental itu yang diinginkan adalah tindakan dibandingkan dengan hasilnya. Misalnya haus maka minumlah. Tindakan minum ketika haus adalah tindakan rasional.

2. Tindakan rasional berorientasi nilai

Kenapa kamu ngaji  ke masjid ini ? Jawabnya agama memerintahkan supaya saya sering ke masjid.  Itu tindakan rasional berorientasi nilai. Jadi ada lembaga nilai yang diikuti. Contoh lain : Kenapa kuliah ?  Karena agama memerintahkan untuk mencari ilmu.

3. Tindakan tradisional. Kenapa kamu ngaji ke masjid ini ? Karena  saya biasanya ke masjid ini Pak.

4. Tindakan afektif. Kenapa kamu mengaji ke masjid ini ? Karena saya suka banget kepada takmirnya.


 

      Memahami Tindakan Manusia

Max Weber, seorang sosiolog terkemuka, memiliki konsep tindakan sosial yang menjelaskan bagaimana perilaku manusia dapat dipahami dalam konteks sosial. Menurut Weber, tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan individu yang memiliki makna subjektif bagi dirinya sendiri dan diarahkan kepada tindakan orang lain. Bagaimana dasar-dasarnya ? berikut penjelasannya.

  1. Semua tindakan karena dorongan perasaan disebut tindakan afektif, contohnya :   Rasa marah, rasa cinta, rasa suka, dan rasa senang.
  2. Untuk memahami tindakan sosial ,Weber, menggunakan satu metode dari Hermeneutic  namanya Verstehen de sociology Metode memahami manusia tidak boleh disamakan dengan memahami  materi, seperti : alam, mesin, dsb. 
  3. Kata Weber manusia itu harus dipahami, tidak bisa cuma dijelaskan. Kalau alam semesta bisa dijelaskan bergitu saja. Hari ini matahari terbit dari timur, besok juga begitu.
  4. Manusia mempunyai perasaan seperti :  misu (marah) , senang,  bisa dibedakan.
  5. Marah, kadang-kadang berarti sebagai simbol keakraban, tetapi dilain waktu bisa saja benar-benar  kemarahan..
  6. Senyuman, sama-sama senyum,  ada senyum  senang, ada senyum sinis, ada senyum basa - basi dan ada yang bentuk mulutnya senyum.
  7. Berhadapan dengan fakta senyum. Fakta itu harus diselami menurut konteks. Itulah manusia, maka harus diselami. Dia senyum padaku. Harus diselami apakah dia senyum sinis, senyum sayang atau senyum basa-basi. Itu maknanya beda sekali.
  8. Sama-sama mukul, ada mukul senang, ada mukul benci, ada mukul iseng. Kalau mukul karena sayang, orang pasti minta dipukul lagi, kalau dipukul karena benci, maka kita akan balas mukul, kalau dipukul karena iseng, maka kita akan tanya kenapa kamu mukul saya.
  9. Manusia, Tidak mesti dilihat luarnya saja.  Kalau luarnya begitu, dalamnya tidak mesti  begitu. Jika kata-katanya jelek, dalamnya belum tentu jelek atau sebaliknya.
  10. Tidak  mesti orangnya kalem maka orangnya lembut. Individu tidak  bisa hanya dilihat hanya faktanya saja. Dunia social juga begitu.
  11. Jadi tindakan social yang dasarnya rasionalitas dengan cara memahaminya verstehen. Itulah Dasar-dasar  teori Weber.

https://www.google.com/search?q=teori+verstehen+dikemukakan+oleh&rlz=1C1GCEJ_

 

 

Merawat orang yang patah hati

 

Patah Hati adalah Kekecewaan, kegalauan karena keinginan tidak tercapai.

Bagaimana sakit hati menjadi semakin dekat kepada Allah.

Kita tak tahu seperti apa perasaan orang yang sedang patah hati.

“Biarkan hatimu pecah agar hatimu terbuka,  Allah mencintai orang yang patah hati “

Begitu kata Jalaludin Rumi

Membawa sakit hati secara vertical

Agar hidup tenang tentram, sampai deritapun terasa nikmat

Sebenarnya ketika hati kita patah,

Terbuka jalan untuk kembali kepada Yang Hakiki.

Tetapi ego kita yang menahan perjalanan  itu.

Kita lupa bahwa ada proses yang lebih ideal kita kembali kepada Allah.

Patah hati itu penting untuk menyadarkan kita.

“Luka adalah jalan cahaya  Illahi memasuki jiwa.”

Ketika hati kita luka dan patah itulah maka jalan cahaya Illahi masuk.

Terimalah situasimu tanpa menghakimi.

Saat engkau membutuhkan pertolongan,Tuhan pasti datang,

Jika engkau tertutup  tidak ada ruang untuk cahaya.

Perlu ada celah, celah dalam hatimu agar cahaya masuk

Katakan dengan tulus : “Aku tidak bisa mengatasinya, namun Engkau bisa.

Ya Allah kupersembahkan  kepadamu semua sakit dan luka ini”.

 

 

Bagaimana membuktikan keberadaan Tuhan

 Kita yang beriman setiap saat selalu menyebut nama Tuhan dan mengingatNyaTapi seseorang kadang bertanya : “Bagaimana membuktikan bahwa tuhan itu ada?”Fahruddin Faiz dalam sebuah wawancara menjelaskan  begini :

  • “Saya inget cerita Bung Karno (alm) pernah ditanya orang lain, Pak Karno, sampeyan itu orang hebat, luar biasa, tapi kok masih beriman, masih bergama, buktinya bahwa tuhan itu ada, kalau dia ada, menurut sampeyan !

Bung Karno menjawabnya begini :

  • “Kalau membuktikan keberadaannya secara rasio, mungkin saya tidak mampu, tapi pengalaman hidup saya sendiri ada banyak hal-hal yang diluar control saya yang kayak nggak menyangka jadi seperti itu, sepertinya ada intervensi dari Tuhan, mau tidak mau saya menyimpulkan bahwa tuhan itu ada. Misalnya Bung Karno tidak membayangkan tiba-tiba saat itu Bung Karno harus memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Ada banyak pengalaman hidup kita yang kalau dijelaskan dengan nalar nggak bisa". Nah itu jawaban Bung Karno.

Begitulah Bung Karno. Menurut Faiz, argument ini namanya argument berdasarkan pengalaman.

 

 

 

                5 cara melatih pikiran positif

                         (Fahruddin Faiz)

 

1.      Kenali kelebihan dan capaian-capaian hidup kita

2.      Tulis hal-hal yang patut disyukuri

3.      Cari Circle yang positf

4.      Cari afirmasi dan ‘Self – talk’ positif.

5.      Jaga kesehatan, telax dan humor serta belajar hal  baru

 

  1. Kita pasti pernah mencapai keberhasilan dimasa lalu, tulislah hal-hal yang telah pernah dicapai itu. “Alhamdulillah saya pernah menjadi juara kelas waktu sekolah dulu” Ingat-ingat apa saja kelebihan yang kita punyai, ini akan mebawa kita kepada rasa syukur.
  2. Untuk bisa mencari hal-hal yang patut disyukuri bandingkan kita dengan orang yang situasinya lebih sulit dari kita. “Alhamdulillah saya masih sehat dibanding si A teman saya “
  3. Cari teman kita yang positif, tidak selalu mengeluh kekurangan, ini penting supaya hati kita tetap positif.
  4. Ngomong yang baik-baik aja, buang  kalimat-kalimat yang merendahkan diri “dasar aku ini orang bodoh” dsb, bicaralah yang baik-baik buat diri kita sendiri. “ Ternyata aku ini orang yang pintar memanfaatkan waktu luang”
  5. Menjada kesehatan, hidup harus juga ada guyonnya, jangan tegang terus, nikmati suasana. Banyak belajar yang baru-baru supaya nggak sibuk  dengan pikiran lama yang negative. 

Itulah kiat sukses dari Ustad Fahruddin Faiz.

 

 

4 Cara menjadi diri sendiri

 

Sangat penting  untuk menjadi diri kita sendiri.

Inilah 4 cara yang bisa kita lakukan :

 

1.   Mengenali diri kita, siapa diri kita sebenarny? Inilah beberapa pertanyaan yang perlu kita jawab. Apa nilai-nilai yang kita pegang,? apa yang membuat kita bahagia.? Apa yang kita sukai dan apa yang tidak kita sukai ?

2.   Jangan takut menjadi berbeda dengan orang lain. Perbedaan itulah yang membuat kita unik dimata orang lain.

3.    Belajar  berani mengatakan tidak. Sering kali kita merasa harus menyenangkan semua orang, tapi kita harus mengatakan tidak ketika sesuatu tidak sesuai dengan keinginan kita. Bukan berarti ini egois  tapi untuk menjaga integritas kita.

4.    Kelilingi kita dengan orang yang sangat mendukung, mereka menerima dan menghargai kita apa adanya. Ini akan membantu kita menghargai diri sendiri.. Ingatlah tidak ada orang lain yang bisa menjadi diri kita sendiri  kecuali kita sendiri.

Rabu, 04 September 2019

Isu dalam Kepemimpinan


         Isu-isu dalam Kepemimpinan.
Terdapat 2(dua) hal menyangkut isu dalam kepemimpinan,  yaitu : Shared Leadership dan Servant Leadership. Wibowo (2014).
1.        Shared Leadership menurut Wibowo adalah proses memengaruhi diantara anggota kelompok secara dinamis dengan sasaran saling memimpin dalam rangka pencapaian tujuan organisasi/kelompok. Misalnya; sesama rekan kerja. Kapan share Leadership diperlukan ?  Wibowo (2014) menjelaskan bahwa ada beberapa situasi yang paling membutuhkan share leadership, antara lain ;  pada saat orang bekerja sebagai tim,  ketika orang terlibat dalam proyek yang kompleks, dan ketika orang bekerja dengan berbasis pengetahuan. Apa saja keuntungan dari shared Leadership.? Lawler dan Worley  (2006:218) dalam Wibowo (2014),  menjelaskan 3 (tiga)  keuntungan yang dapat dicapai, yaitu :
a.         Secara efektif dapat menggantikan hierarki
b.         Membangun kader leadership talent,
c.         Mendukung manajemen perubahan lebih efektif
2.             Servant Leadership,  Fokus pada peningkatan pelayanan orang lain dari pada dirinya sendiri. Servant leadership menurut Wibowo  bukan  suatu  pendekatan  kepemimpinan  yang dapat dilakukan dengan cepat, tetapi dalam jangka panjang. Ada beberapa karakteristik dalam  servant leader  Kreitner dan Kinicki, (2010:493) dalam Wibowo (2014:290-291), yaitu :
a.         Listening.  Fokus pada mendengarkan untuk mengidentifikasi dan mengklarifikasi kebutuhan dan harapan kelompok.
b.        Emphaty.  Berusaha memberikan empati dengan perasaan  dan emosi orang lain.
c.         Healing.  Berusaha membuat diri mereka  dan orang lain bekerja sepenuh hati dihadapan kegagalan atau penderitaan.
d.        Awareness. Sangat peduli diri atas kekuatan dan keterbatasan mereka.
e.         Persuation.  Lebih bergantung kepada persuasi dari pada  posisi kewenangan ketika membuat keputusan dan berusaha memengaruhi oranglain.
f.         Conceptualization. Mengambil waktu dan usaha untuk mengembangkan pemikiran konseptual yang lebih luas
g.        Foresight. Berkemampuan melihat hasil dimasa depan  dalam kaitan dengan tindakan dan situasi sekarang.
h.        Stewarship.  Berasumsi bahwa mereka ada;lah pelayan dan ndari orang dan sumber daya yang mereka kelola.
i.          Commitment to the growth of people. Mempunyai komitment pada orang diluar peran kerja langsung mereka. Mereksa mempunyai komitmen memperkuat lingkungan yang mendorong pertumbuhan personal, profesional, dan spiritual
j.          Building Community. Berusaha bekerja keras menciptakan perasaan sebagai komunitas, baik didalam maupun diluar organisasi kerja.


Selasa, 27 Agustus 2019

Administrasi dan Manajemen


1.        Administrasi dan Manajemen.
Diantara para pakar masih terdapat perbedaan khususnya tentang arti administrasi dan manajemen. Hal ini terlihat pada pemahaman berbagai pihak yang tercermin dalam bentuk pertanyaan  :  Mana yang lebih luas, Administrasi ataukah Manajemen ? Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang hal itu, Soewarno Handayaningrat dalam bukunya Pengatar Studi Ilmu Administrasi dan Managemen (1983), memberikan penjelasan yang menggambarkan  tentang adanya  perbedaan pendapat diantara  para pakar mengenai  arti  Administrasi dan Managemen dengan menampilan pendapat dari pakar yang  berbeda, sebagai berikut :
A.      Pakar yang mempersamakan arti administrasi dan manajemen adalah :
1.         William H. Newman dalam bukunya Administrative action, tidak membedakan arti administrasi dan manajemen.  Apa yang dimaksud administrasi termasuk pula dalam pengertian manajemen. Walaupun nama bukunya  : Administrative  Action, akan tetapi isinya ialah The Technique of Organization and Management.

2.         M.E Dimock dalam bukunya : Public Administration, Mengemukakan 2 kata yang saling mengait, Ia memberikan definisi  administrasi sebagai berikut : “Administration  (or management) is a planned approach to the solving of all kinds of problems in almost every individual or group activity both public or private “ (Administrasi / atau manajemen adalah suatu pendekatan yang terencana  terhadap pemecahan semua macam  masalah yang kebanyakan terdapat pada setiap individu atau kelompok baik negara atau swasta)” Soewarno.1983:5)

Kedua definisi tersebut memberikan arti yang sama terhadap Adminstrasi dan Manajemen.
B.     Pakar yang membedakan arti Administrasi dan Manajemen, adalah :
1.        Dalton E. Mc. Farland dalam bukunya : Management, membedakan arti administrasi dan manajemen  sebagai berikut :
Administration refers to the determination of major aims and policies, were as  management refers to the carrying out of operation designed to accomplish  the aims  and effectuate policies” (Administrasi ditujukan terhadap penentuan tujuan pokok dan kebijaksanaannya, sedangkan manajemen ditujukan terhadap pelaksanaan  kegiatan dengan maksud  menyelesaikan / mencapai tujuan dan pelaksanaan kebijaksanaan)

2.        Ordway Tead juga tegas-tegas  membedakan arti administrasi dengan menajemen. Hal ini dikemukakan oleh MC. Farland dalam bukunya: Management Priciples and Practices, yang mengemu kakan pendapatnya sebagai berikut :
“Administration is the process and agency which is responsible for the  determination of the aims for which an organization and its management are to strive.......etc” (Administrasi adalah  suatu proses dan badan yang bertanggung jawab  terhadap penentuan tujuan, dimana organisasi  dan manajemen digariskan dan sebagainya) Soewarno.1983:5)

     Kedua definisi tersebut dimuka, secara tegas membedakan arti administrasi dan manajemen, akan tetapi keduanya berhubungan sangat erat. Administrasi bertindak menentukan kebijakan dan manajemen menunjukkan kegiatan atau tindakan yang diperlukan bidang administrasi.
Pakar lainnya menjelaskan bahwa pengertian  administrasi dan menejemen dalam perkembangannya sangat tergantung kepada sudut pandang masing-masing,  Perkembangan tersebut dapat diikuti penjelasan Prajudi yang menyatakan bahwa :  “....bagian terbesar dan paling banyak dibahas daripada Ilmu Administrasi  adalah Ilmu  Manajemen”. Prajudi (1980).  Menurut Prajudi, seorang administrator harus (menjalankan dua menejemen sekaligus yaitu :  Administrative management   (Manajemen Administrasi) dan Top Management. Top Management adalah manajemen yang harus dijalankan oleh administrator dalam kedudukan  dan fungsinya sebagai Top Manager.  Dijelaskan bahwa Administrative Management  adalah manajemen yang bertujuan mengendalikan  situasi dan kondisi organisasi beserta  sekitarnya.   Dalam pembahasan tentang llmu Management, Prajudi memberikan penjelasan tentang hubungan keduanya  yaitu administrasi dan manajemen dengan  bardasar kepada dua lokasi penggunaan. Menurut Prajudi, di Eropa Daratan manajemen adalah bagian dari administrasi  yang berpandangan bahwa pemegang  peranan di dalam setiap organisasi adalah administrator (Ia merupakan pimpinan tertinggi dari organisasi). Administrator dalam hal ini menjalankan administrasi terhadap organisasi yang dipimpinnya yang terdiri dari “bestuur” dan “beheer”. Bestuur  (pimpinan, kepengurusan ) merupakan pengelolaan terhadap harta kekayaan  materiil dan immateriil (properties , Vermogen).  Di Inggeris, Administration adalah bagian daripada management. Akan tetapi dengan adanya pengaruh  Eropa Daratan, cara berpikir itu sudah tidak seragam lagi. Amerika Serikat  menurut Prajudi, terdapat kecenderungan memberikan pengertian yang lebih luas kepada Administrasi. Sebagai contoh istilah  Public Administration” mencakup ” Public Management”.
Perbedaan Administrasi dan Manajemen juga dikemukakan oleh Husaini dalam bukunya Manajemen, Teori & Praktek dan Riset Pendidikan (2011: 5-7). Menurut Husaini sebagian ahli membedakan pengertian administrasi dan manajemen, khususnya dalam penggunaannya. Dengan mengacu pada pendapat Sutisna (1987), Husaini menyatakan bahwa dibidang pendidikan, pemerintahan, rumah sakit dan kemiliteran, orang lebih banyak atau pada umumnya menggunakan istilah administrasi, sedangkan dibidang perusahaanm industri menggunakan  istilah manajemen.
 Berdasarkan uraian dimuka dapat disimpulkan bahwa sebagian akhli/pakar berpendapat bahwa administrasi dan manajemen memiliki arti yang sama dan sebagian lagi berpendapat kedua istilah itu memiliki arti yang berbeda. Hal ini juga telah disinggung pada bab  terdahulu dalam komponen administrasi. Akan tetapi secara umum penggunaan administrasi lebih banyak digunakan pada lembaga atau instansi pemerintah yang memberikan pelayanan publik, sedangkan intilah manajemen itu banyak digunakan pada bidang bisnis.
Tentang perbedaan mana yang lebih luas daripada keduanya, dalam tulisan ini, administrasi memiliki arti yang lebih luas dari manajemen karena beberapa hal dengan mengikuti pendapat yang menyatakan bahwa kegiatan  administrasi  mencakup kegiatan organisasi dan manajemen.

  4 Ciri Generasi Milenial Apakah anda suka gadget   dan Ambisius ?   Mungkin kedengarannya agak aneh pertanyaan diatas. Tapi gadget d...